Awas! 20 Ekor Sapi Terjangkit PMK, Bengkulu Selatan?

sapi terjangkit pmk
PERIKSA: drh. David Viter Olele melakukan pemeriksaan sejumlah ternak sapi yang terjangkit PMK

RASELNEWS.COM, SELUMA/BENGKULU SELATAN  – Peternak sapi di Kabupaten Seluma diminta waspada. Hingga kemarin (19/6/2022), ditemukan 20 ekor sapi yang positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Sapi yang terjangkit PMK ditemukan di Desa Lokasi Baru Kecamatan Air Periukan.
Dinas Pertanian Seluma pun mengisolasi lalu llintas hean ternak di desa tersebut. Peternak diinstruksikan agar sapi dan hewan ternak lainnya untuk dikandangkan. Dokter Hewan Dinas Pertanian Seluma, David Viter Olele mengaku awalnya hanya ditemukan dua ekor sapi yang terjangkit PMK.

Namun pemeriksaan Balai Veteriner Lampung menyatakan 20 ekor sampel sapi yang diperiksa terjangkit PMK. “Sampai siang ini (kemarin) jumlah yang positif sudah sampai 20 ekor. Jadi sementara harus dilakukan isolasi,” tegas David.

Ia mengatakan peternak sapi di Desa Lokasi Baru dilarang mempertemukan sapi mereka dengan 20 ekor sapi yang positif PMK. Peternak juga diminta melakukan pencegahan dengan membersihkan kandang dan penyemprotan disinfektan untuk membunuh virus yang menyebabkan PMK.

TRENDING  Sudah Lima (Mantan) Kades Dipenjara Karena Dana Desa, Bupati Diminta Tak Cuek

“Selain pengobatan, sapi yang terjangkit PMK juga dilakukan pembatasan, jangan dikeluarkan dari kandang agar tidak menjangkiti ternak warga lain. Senin malam (malam ini) kami akan melakukan sosialisasi satu desa untuk memberikan arahan dan penjelasan mengenai PMK,” ujar David.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial menyebut Desa Lokasi Baru merupakan salah satu sentra ternak sapi di Seluma. Meski ditemukan kasus PMK, Arian menjamin tidak akan menganggu pasokan sapi pada Hari Raya Idul Adha mendatang.

“Jumlah ternak sapi di Seluma tercatat lebih 15 ribu ekor. Sebarannya di wilayah Kecamatan Sukaraja, Air Periukan, Lubuk Sandi, Seluma Barat, Seluma Selatan, Ilir Talo, dan di Kecamatan Talo. Jadi kasus PMK yang ditemukan dipastikan tidak akan menganggu kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha,” klaim Arian.

TRENDING  Kembalikan Lahan PT ABS ke Masyarakat

Namun Arian mengingatkan peternak agar mewaspadai sapi yang terjangkit PMK. Jangan membawa atau mengeluarkan sapi ke dan dari Desa Lokasi Baru terlebih dahulu. “Karena PMK ini cepat menular sesama ternak sapi. Ciri-cirinya mulut berbusa. Jika tidak cepat ditangani dan diberi pengobatan, sapi bisa mati,” beber Arian.

Bengkulu Selatan 

Sementara itu, belasan ternak sapi di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menderita penyakit ingusan atau flu dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat para peternak khawatir karena nafsu makan sapi berkurang hingga penurunan bobot badan.

TRENDING  Tiga Unit Warem di Seluma Bakal Dibongkar

“Yang di sini (Desa Nanjungan) ada sekitar 11 ekor sapi yang ingusan. Ini terjadi sejak dua pekan terakhir. Tapi tidak ada ternak yang mati,” ujar Gatut (42), salah seorang peternak sapi di Desa Nanjungan.

Peternak hanya mengandalkan ramuan tradisional untuk pengobatan. Pasalnya pengobatan massal masih harus menunggu survei Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) BS. “Diberi larutan daun honje dan diminumkan pada sapi. Sejauh ini ramuan tersebut masih ampuh dan bisa mengembalikan nafsu makan sapi,” sambung Gatut.

Peternak sapi lainnya, Ariansyah (38), mengaku dua ekor sapinya juga terkena flu. Ia sempat khawatir penyakit tersebut menular apabila tidak ditindaklanjuti tim PPL Distan BS. “Nampaknya penyakit ini sedang musim menjangkiti ternak. Sebab di beberapa daerah juga ada kasus serupa,” bebernya. (rwf/rzn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.