Bengkulu Darurat Sampah Plastik

sampah plastik
SAMPAH: Tim ekspedisi Sungai Chapter Bengkulu membentang spanduk Bengkulu Darurat Sampah

RASELNEWS.COM, BENGKULU – Tim Ekspedisi Sungai Chapter Bengkulu mendesak Pemkot Bengkulu menindaklanjuti persoalan sampah plastik. Hasil penelitian Ekspedisi Sungai Nusantara, sampah di perairan Bengkulu sudah memberikan dampak nyata pada kerusakan ekosistem.

Sumber air PDAM Bengkulu dari Sungai Nelas dan Air Bengkulu telah terkontaminasi mikroplastik 10-20 partikel dalam 100 liter air. Selain itu, dalam ikan di Pantai Segara Bengkulu ditemukan 16-41 partikel mikroplastik dalam setiap ekor ikan yang diteliti.

“Sistem pengolahan sampah Pemkot Bengkulu menjadi salah satu factor utama kontribusi sampah plastik ke perairan Bengkulu. Sampah-sampah plastik yang tidak terkelola inilah yang menjadi sumber terbentuknya mikroplastik,” ungkap Peneliti Ekspedisi Sungai Nusantara, Amiruddin Muttaqin, Kamis (5/5/2022).

TRENDING  Catat, Harga TBS Sawit Ditetapkan Rp 2.815 Per Kg : Pemda Se-Bengkulu Minta Larangan Ekspor CPO Dicabut

Ia mendesak Pemkot Bengkulu menyediakan tempat sampah organik dan sampah anorganik pada fasilitas umum dan fasilitas sosial mengacu pada Pasal 19 Perda 2/2011. Pemkot harus melakukan upaya pembersihan timbulan sampah plastik di jembatan-jembatan, sepanjang jalan lintas di Air Sebakul dan timbulan-timbulan sampah di sepanjang Pantai Panjang Bengkulu.

“Pemkot juga harus membuat regulasi larangan dan/atau pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Ini untuk mengurangi timbulnya sampah plastik,” tegas Amiruddin.

Timbulan sampah liar pada 20 titik Kota Bengkulu disebabkan sampah-sampah yang teridentifikasi sebagian besar tidak terpilah alias dicampur antara organic dan anorganik. Tidak adanya upaya penegakan hukum Perda 2/2011 membuat masyarakat masih mencampur sampah organic dengan anorganik.

TRENDING  Warga Bengkulu Racik Daun Kelor Jadi Minuman Herbal

“Tidak tersedianya sarana pengumpulan sampah di tiap RT atau tiap desa/kelurahan yang memadai dan cukup. Masyarakat masih membuang sampah ke tepi jalan, lahan terbuka/kebun sawit, saluran air, jembatan dan sungai. Minimnya Fasilitas tempat sampah pada fasilitas umum dan fasilitas sosial ini harus diatasi,” kecam Amiruddin. (cia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.