Duka Terbakarnya Toko New Khatulistiwa ; Sang Ibu Tetap Peluk Erat Dua Buah Hati

  • Whatsapp
Petugas mengevakuasi korban yang tewas dalam musibah kebakaran Toko New Khatulistiwa Selasa (23/11/2021)
Cari Informasi Menarik Lainnya di Radar Selatan Disini

RASELNEWS.COM, BENGKULU – Kebakaran yang menghanguskan empat lantai Toko New Khatulistiwa di Jalan KZ Abidin Pasar Minggu Kota Bengkulu, Selasa (23/11/2021) pagi, menewaskan empat orang. Diantaranya seorang ibu dan dua anaknya, serta seorang asisten rumah tangga (ART).

Mereka terjebak di lantai tiga toko. Empat orang korban adalah istri pemilik toko, Yani (36) beserta kedua anaknya, Brandon (6) dan Vanesa (8), serta seorang baby sister, Eka (26). Pemandangan menyesakkan dada terlihat dalam proses evakuasi para korban.

Bacaan Lainnya

Sang ibu terlihat memeluk kedua buah hatinya. Mereka tidak dapat menyelamatkan diri lantaran api yang berkobar dari lantai bawah, membuat mereka terjebak di atas.

Kasi Humas Polres Bengkulu, AKP. Sugiharto, mengaku proses evakuasi korban setidaknya membutuhkan 6 jam. Untuk sementara, kebakaran diduga lantaran korsleting arus listrik. “Untuk dugaan awalnya korsleting listrik. Namun masih dilakukan penyelidikan,” beber Sugiharto ketika dikonfirmasi wartawan.

Sugiharto mengatakan dari keterangan seorang saksi, Maman, kebakaran itu bermula saat dirinya hendak mengeluarkan mobil yang dijadikan kendaraan angkutan umum Maxim, di depan Toko Khatulistiwa sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (24/11). Saat itu saksi melihat api yang keluar dari lantai dasar Toko Khatulistiwa.

Dirinya pun berinisiatif menghidupkan klakson mobilnya sebanyak 5 kali. Dia berharap agar suara klakson tersebut dapat membangunkan pemilik toko. Sementara warga lainnya, mencoba menghubungi petugas pemadam bahaya kebakaran (PBK).

Masih dari keterangan saksi mata kata Sugiharto, setelah mendengar teriakan warga, suami korban, Anton (39), berhasil keluar. Namun dirinya tidak mengira jika istri dan kedua buah hati mereka beserta seorang ART masih terjebak di lantai tiga.

Api yang terus membesar, membuat Anton tidak dapat kembali masuk ke dalam bangunan untuk menolong istri dan anak-anaknya. Apalagi warga yang mencoba membantu mengatasi kebakaran juga tidak dapat berbuat banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Kota Bengkulu, Juliansyah, mengaku kondisi keempat korban sudah tidak dikenali saat ditemukan. Namun sang ibu dan kedua anaknya ditemukan masih dalam posisi berpelukan. Sementara pengasuh mereka, ditemukan tidak jauh dari anak tangga. “Para korban terjebak karena api yang membesar dari lantai bawah,” ujarnya.

Petugas PBK membutuhkan setidaknya waktu enam jam dengan menurunkan 16 unit mobil PBK untuk memadamkan api. Lamanya proses evakuasi keempat korban juga disebabkan akses jalan masuk ke dalam gedung yang sangat minim. Akses pintu dalam kondisi sempit serta gedung banyak menggunakan teralis dan rolling door.

“Kondisi ruangan luas sekali dan panjang. Selain itu semuamya dipasang teralis dan akses masuk ke ruangan atas minim sekali. Ada, tapi itupun sempit,” beber Juliansyah.

Akibat kejadian tersebut pihaknya mengimbau para pengusaha khususnya pemilik bangunan yang padat penduduk untuk menyiapkan alat pemadam api seperti hidran dan alat pemadam api ringan. Selain itu menyiapkan jalur evakuasi untuk memudahkan proses penyelamatan diri.

“Kalau gedung-gedung tinggi yang berada di padat penduduk, wajib menyiapkan alat pemadam api, bisa itu hidran. Selain itu jalur evakuasi juga harus disiapkan,” ungkap Juliansyah.

Sebelumnya, Toko New Khatulistiwa berupa minimarket sekaligus toko kosmetik ini terbakar sekitar 05.30 WIB. Pemadaman terus dilakukan terhadap sisa-sisa bangunan agar tidak menjalar ke bangunan lain. Pemadaman api dibantu anggota kepolisian, Satpol PP dan BPBD Kota Bengkulu serta Basarnas Provinsi Bengkulu. (cia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *