Harga Sawit Semakin Anjlok, Riko: Pemda Tak Becus!

harga TBS
TBS Kelapa Sawit jatuh dari mobil pengangkut karena kepenuhan muatan

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus merosot. Pantauan Rasel di dua pabrik CPO di BS, Selasa (21/6) harga kembali turun dari sebelumnya.

PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) hanya membeli Rp 905 per kg. Sedangkan PT. Sinar Bengkulu Selatan (SBS) membeli dengan harga Rp1.000 per kg.

Salah satu penyebab turunnya harga TBS sawit karena harga minyak CPO di pasar dunia yang turun. Pabrik terpaksa membeli TBS sawit yang merupakan bahan baku CPO dengan harga rendah.

TRENDING  Harga Cabai Merah dan Ayam Potong Meroket

“Harga CPO turun, makanya harga beli TBS sawit di tingkat petani juga turun,” kata Humas PT BSL, Idius Safari, SH saat dikonfirmasi Rasel, kemarin. Ia mengaku suplai

TBS sawit dari toke/petani ke pabrik sudah normal. Tidak membludak seperti sebelumnya. Antrean kendaraan yang menjual TBS sawit ke pabrik sudah normal. Produksi pabrik pun juga sudah normal.

“Suplai buah sudah normal, tidak membludak lagi seperti beberapa waktu lalu. Antrean kendaraan yang menjual buah sudah normal, tidak panjang lagi,” ujar Idius.

Tak Becus

TRENDING  Pabrik CPO Tutup 30 April, Buka Lagi 8 Mei

Menanggapi harga TBS di pabrik yang semakin merosot, Anggota DPRD BS, Riko Ferdiansyah, SP menuding Pemda tidak becus dalam melakukan pengawasan. Sebab pabrik terkesan seenaknya menetapkan harga, sehingga menyengsarakan petani.

“Harga TBS sawit turun drastis ini bukti pemerintah daerah tidak becus dalam melakukan pengawasan. Di pabrik daerah kita ini, harganya terendah. Jelas sangat merugikan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit,” kata Riko.

Pihaknya melihat perbandingan harga di provinsi tetangga, seperti di Lubuk Linggau Sumatera Selatan, harga TBS sawit di pabrik Rp 1.700 per kg, di daerah lain juga masih diatas Rp1.500.

TRENDING  Harga Pakan Ayam Tinggi, Peternak Menjerit

“Kenapa di daerah lain masih tinggi, sedangkan di daerah kita harga TBS sangat rendah, sudah dibawah seribu di pabrik. Kondisi ini harus segera disikapi. Kalau terjadi dalam waktu lama, tentu akan sangat menghantam ekonomi masyarakat,” tutup Riko. (yoh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.