Hasil Assessment, Banyak Pejabat Pemkab Bengkulu Selatan Tak Berkompeten

  • Whatsapp
ASSESMENT: Ratusan pejabat eselon III dilingkungan Pemkab Bengkulu Selatan ketika assessment belum lama ini. Foto : DOK/Rasel
Cari Informasi Menarik Lainnya di Radar Selatan Disini

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN – Hasil assessment kompetensi yang diikuti 145 pejabat eselon IIIa dan IIIb di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan (BS) awal November lalu, ternyata sangat mengecewakan.

Dari total peserta yang mengikuti assessment, ternyata mayoritas mereka dinyatakan tidak kompeten. Bupati BS, Gusnan Mulyadi mengaku hasil asessment ini dilakukan secara professional dan langsung oleh asessor dari Unib yang diketuai Dr. Robinson.

Bacaan Lainnya

Rencananya, hasil assessment ini akan dijadikan dasar Gusnan Mulyadi mengevaluasi atau menempatkan jabatan sesorang nantinya. Namun, sebelum melakukan evaluasi penempatan jabatan, Bupati tetap akan melakukan pembinaan sebagai pejabat pembina kepegawaian.

“Saya mendapat laporan dari tim assessor yang melakukan assessment pejabat eselon III beberapa waktu lalu, ternyata hasilnya mengejutkan. Mayoritas pejabat tidak kompeten. Hal ini cukup banyak. Memang laporan ini belum disampaikan secara resmi dan detail dengan saya,” ujar Gunsnan Mulyadi.

Dikatakan Gusnan, dirinya sangat menyayangkan banyaknya pejabat yang tidak memiliki kapasitas ketika duduk di jabatannya. Maka, kedepan akan menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan pengisian jabatan agar mereka benar-benar orang yang tepat dan sesuai kompetensi dan bidang keahlianya.

“Yang masih bisa dibina tentu akan dibina. Tentu mereka ini masih dibutuhkan bimbingan terutama dengan dilakukan cascading. Kalau tidak bisa lagi dibina, ya terpaksa dibinasakan,” tegas Gusnan.

Menurut Gusnan, selain pembinaan dan pengarahan, dirinya tetap akan melakukan cascading dalam mengetahui kompetensi sesorang pejabat dalam kemampuanya menempati pos-pos jabatan.

“Selama ini saya sudah lakukan cascading terhadap seluruh pejabat eselon di OPD. Tentu ini sebagai bagian pembinaan dan mengetahui kemmpuan seorang dalam menguasai bidang jabatan, tentu ini menjadi bahan pertimbangan serta evaluasi kedepan,” terangnya.(one)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *