Lulus Dari Pondok Tahfiz, Bisa Kuliah Dimana Saja

  • Whatsapp
HAFIZ: Santri hafiz quran pondok tahfiz Al-Quraniyah Manna menyetorkan hafalannya kepada ustaz pembina.
Cari Informasi Menarik Lainnya di Radar Selatan Disini

KOTA MANNA – Ketua Umum Yayasan Affan Al-Qur’aniyah, H. Abdul Mughni, MBA kembali mengajak masyarakat BS dan sekitarnya terutama para remaja yang baru lulus SMPN atau SMAN sederajat untuk belajar dan menghafal Al Quran. Sebab, dengan penghafal Al Quran, akan banyak manfaat yang diraih. Salah satunya kemudahan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri ataupun swasta.

Para hafiz quran yang lulus dari pondok tahfiz Al-Quraniyah Manna, akan diberikan beasiswa untuk bisa lanjut kuliah di perguruan tinggi ternama. Beasiswa itu berlaku selama santri terus aktif dan menempuh ilmu pendidikan tersebut. Universitas yang siap menampungpun bermacam-macam, baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Mekkah, Madinah, Qatar, Turki dan universitas islam ternama lainnya.

Bacaan Lainnya

“Penghafal Al Quran adalah orang yang cerdas. Setelah lolos pendidikan di rumah tahfidz. Mereka tinggal pilih mau kuliah dimana, universitas dalam negeri atau luar negeri sudah banyak yang siap menampung memberikan beasiswa kepada hafidz quran,” ungkap Abdul Mughni.

Diteruskannya, para santri juga tidak lagi repot menyampaikan berkas pendaftaran untuk kuliah setelah dinyatakan lolos pondok tahfiz dan menguasai hafalan 30 juzz quran. Semua universitas yang bekerjasama dengan pondok tahfidz Al-Quraniyah Manna sudah siap menampung. Terlebih, pondok tahfidz tersebut bekerjasama dengan Islamic Center Wadi Mubarok (ICWM) di Mega Mendung, Bogor.

“Salah satu universitas internasional yang sudah pasti siap menampung para santri yang lolos di pondok tahfidz kami ini yakni Universitas Umm al-Qura di Mekkah yang merupakan universitas pengafal Al Quran ternama di dunia,” kata Abdul Mughni.

Untuk itu, dia berharap masyarakat BS kian antusias untuk mengikuti program hafidz quran tersebut. Apalagi, selama masa pendidikan yang ditempuh lebih kurang dua tahun itu. Semua biaya dan administrasi kependidikan digratiskan alias ditanggung oleh yayasan.

“Mudah-mudahan semakin banyak para hafidz quran yang mengabdikan ilmunya untuk agama Allah SWT. Sehingga kedepan, bermanfaat baik untuk ketentraman umat di muka bumi ini,” pungkas Abdul Mughni. (rzn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *