Miris, Menara Masjid Agung Al-Kahfi Dijadikan Tempat Maksiat

masjid al kahfi
TEMPAT MABUK : Ratusan bungkus obat batuk Komix ditemukan di dalam menara Masjid Agung Al-Khafi

RASELNEWS.COM, KAUR  – Lokasi sekitaran menara Masjid Agung Al-Kahfi, yang dibangun Pemkab Kaur tahun 2014 dan hingga saat ini belum difungsikan. Bahkan justru diduga dijadikan tempat maksimat para remaja nakal.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya kemasan obat batuk merek Komix yang berserakan di dalam bangunan menara masjid, yang berada di lapangan Merdeka Desa Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan.

“Kondisinya memang demikian menara ini sering dijadikan anak muda untuk mabuk komix, kami sudah beberapa kali memperbaiki pintu menara itu tapi dirusak para pemuda ini,” kata Marpen Sory S.HI MH selaku Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Al-Kahfi, Jum’at (13/5/2022).

TRENDING  Dua Pejambret Beraksi di Siang Hari, Penjual Manisan Jadi Korban

Penelusuran wartawan Raselnews.com bersama tim Polsek Kaur Selatan di lapangan kemarin (13/5), benar adanya. Ratusan saset bekas obat batuk cair itu ditemukan di adalam menara masjid. Selain itu juga bau pesing sangat menyengat di lokasi menara itu.

Kedepan pengurus Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan akan memasang pagar besi agar menara itu agar tidak lagi dijadikan tempat mabuk Komix. “Jelang MTQ ini kita tidak ingin menara ini dijadikan tempat mabuk dan kita nanti akan berkordinasi dengan Polsek Kaur Selatan agar rutin patroli di sekitar lokasi. Juga nanti pintu itu akan kita kasih pagar besi,” tutupnya.

TRENDING  Sempat Cicipi WTP, Seluma Kembali Raih WDP: BPK Sesalkan Jumlah Temuan Meningkat

Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH melalui Kapolsek Kaur Selatan AKP Edy Suprianto, SE membenarkan jika banyak bungkusan obat batuk jenis Komix di sekitar menara Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan. Polisi segera menindaklanjuti hal tersebut. “Nanti akan kita lakukan patroli. Jika kedapan ada yang mabuk lagi akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” timpalnya.

Terpisah Sekda Kaur Dr. Drs Ersan Syahfiri, MM mengaku akan secepatnya menindak lanjuti hal itu. Kemarin ia langsung memanggil Satpol PP meminta untuk dilakukan pengawasan dan rutin menggelar patroli disekitaran Masjid Agung. Jangan sampai malah tempat ibadah justru dijadikan para kawula muda tempat mabuk-mabukan. “Kami juga mengimbau kepada para pemuda untuk tidak menggunakan fasilitas ibadah sebagai tempat nongkrong apalagi sampai minuman keras,” tegasnya. (jul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.