Ditipu Oknum ASN BS, Warga Seluma Rugi Rp224 Juta: Modusnya Lulus CPNS Kemendagri

penipuan cpns
Ilustrasi penipuan cpns

RASELNEWS.COM, BENGKULU – Penyidik Ditreskrimum Polda Bengkulu mengamankan oknum ASN lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan (BS) berinisial SS (39) yang diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan kelulusan seleksi CPNS.

Ironisnya, SS pernah tersandung kasus penipuan dan penggelapan yang divonis bersalah pada tahun 2020. Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan dalam aksinya, tersangka mengaku bisa membantu kelulusan seleksi CPNS 2017.

Syaratnya, menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka. Namun janjinya tidak terbukti. Bukan hanya tak mampu membantu kelulusan yang dijanjikan, SS juga tidak mengembalikan uang yang sudah diserahkan kepadanya.

TRENDING  Minyak Goreng : Di Dunia Nyata Hilang, Di Dunia Maya "Bertebaran"

Padahal saat menjanjikan kelulusan CPNS, tersangka berjanji akan mengembalikan uang jika tidak jebol dalam seleksi. “Tersangka sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan,” tegas Sudarno, Jumat (17/6/2022).

Dijelaskan Sudarno, penangkapan terhadap tersangka SS dilakukan atas laporan Saipul Anuar, warga Kabupaten Seluma. Pelapor merupakan orang tua yang anaknya dijanjikan lulus pada tes seleksi CPNS Kemendagri pada 2017.

Pelapor diminta oknum ASN BS itu menyerahkan uang Rp224 juta agar kedua anak pelapor yang mengikuti tes seleksi CPNS dapat lulus. Namun jika tidak lulus, uang yang diserahkan akan dikembalikan kepada pelapor.

TRENDING  Pengumuman 24 September, Tahap II 26 Oktober

“Meskipun dugaan kasus penipuan dilakukan pada 2016, hanya saja pelapor baru menyampaikan laporan ke Mapolda Bengkulu pada 2021,” ungkap Kabid Humas. Dalam laporannya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5 lembar kwitansi penyerahan uang dari korban kepada tersangka pada 26 Januari 2016.

Selain Itu, satu lembar bukti transfer BRI dari pelapor kepada tersangka. Total penyerahan uang yang dilakukan mencapai Rp 224 juta. “Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka. Untuk memudahkan penyidikan, tersangka kami tahan,” demikian Kabid Humas. (cia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.