Penyidik Tipiter Masih Pelajari LHP Mantan Pj Kades di Kedurang

penyidik tipiter
ilustrasi studi banding

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN – Penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS) belum mengambil keputusan terkait kelanjutan pengusutan laporan dugaan penyimpangan dana desa (DD) yang dipakai mantan Penjabat Kades dan Kades definitif di 17 desa Kecamatan Kedurang.

Polisi masih mempelajari laporan hasil pemeriksaan (LHP) hasil audit yang diserahkan Inspektorat. “Masih dipelajari. Saya belum bisa kepastian mengenai kelanjutannya,” kata Kapolres BS, AKBP Juda T Tampubolon, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Fajri Chaniago, STK, SIK.

Dikatakan Kasat Reskrim, jika dalam LHP terdapat temuan yang fatal dan menyebabkan kerugian negara jumlah besar, maka laporan tersebut akan dilanjutkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Namun, juga ada peluang hanya diminta mengembalikan uang negara.

TRENDING  Kecamatan Pino Raya Gelar Senam Massal dan Dzikir Akbar

“Nanti kami lihat dulu hasil LHP-nya. Kalau memang fatal, tentu akan dilanjutkan proses penyelidikannya,” tegas Kasat Reskrim. Dalam hasil audit Inspektorat Daerah BS, kegiatan study banding mantan penjabat kades dan kades ke Kabupaten Pesaweran dinyatakan total loss.

Adapun jumlah total loss atau uang negara yang wajib dikembalikan ke kas negara oleh mantan Pj kades dan kades definitif sekitar Rp 150 juta. Untuk diketahui, 17 mantan Penjabat Kades dan kades serta Camat Kedurang study banding ke Lampung pada bulan Agustus 2021 dengan menggunakan DD yang mencapai ratusan juta rupiah.

TRENDING  Mantan Kades Air Umban Dituntut

Mereka pergi ke keluar daerah saat masa PPKM. Selain mantan penjabat kades, dan kades. Camat Kedurang ketika itu juga ikut dalam kegiatan tersebut. (yoh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.