Temukan Kasus PMK, Gubernur Ingatkan Jangan Panik

ilustrasi PMK
Ilustrasi PMK

RASELNEWS.COM, BENGKULU – Kasus PMK (penyakit mulut dan kuku) ditemukan di Provinsi Bengkulu. Lima ternak sapi di Desa Tangsi Baru Kepahiang disebutkan terjangkit. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengujian sampel dari Bvet Lampung yang diambil oleh UPTD dan Klinik Hewan Provinsi Bengkulu, Rabu (8/6).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan lima sampel yang diperiksa, seluruhmya positif PMK. Namun Gubernur meminta pemilik ternak tidak panik dengan kasus PMK. “Yang penting punya persiapan matang,” ujar Rohidin, kemarin (14/6).

Gubernur akan menghentikan sementara mobilitas ternak keluar-masuk Bengkulu. Ia juga meminta Badan Karantina Hewan memastikan pengawasan lalu lintas ternak, khususnya di wilayah perbatasan.

TRENDING  Gubernur Bengkulu Tanam Kayu Bawang di Lokasi Ibu Kota Negara

“Bagi hewan yang terjangkit, segera karantina dan pisahkan dengan hewan lainnya. Upaya ini agar penularan PMK tidak berlarut-larut,” ujar Gubernur.

Ditambahkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, masuknya PMK harus diwaspadai setiap daerah di Bengkulu. Pemkab/Pemkot se-Provinsi Bengkulu diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

“Pertama, masing-masing wilayah harus selektif memasukkan ternak dari luar. Jika ada tanda-tanda ternak yang terjangkit, segera lapor,” tegas Syarkawi.

Ia mengatakan hewan ternak yang terjangkit PMK tidak berbahaya dikonsumsi. Nantinya ternak yang terjangkit bisa dipotong dan bagian yang terjangkit PMK, akan dimusnahkan. “Jika dalam jumlah kecil, masih bisa (dikonsumsi). Namun kalau dalam jumlah banyak, sulit juga,” pungkas M. Syarkawi. (cia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.